Notification

×

Iklan

Iklan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Dilantik Jadi Camat Definitif Sapeken, Hamka Didesak Tunjukkan Kepemimpinan yang Berdampak

| Kamis, Juli 16, 2026 WIB


Himpass.com, Sumenep - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, secara resmi melantik Hamka sebagai Camat Definitif Kecamatan Sapeken dalam upacara yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (13/07/2026). Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa tugas Hamka sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sapeken sekaligus dimulainya kepemimpinan definitif di salah satu kecamatan kepulauan terluar Kabupaten Sumenep.


Hal  itu mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Namun, sejumlah pihak menilai bahwa perubahan status dari Plt menjadi camat definitif harus dibarengi dengan langkah nyata dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan serta meningkatkan pelayanan publik di wilayah Kepulauan Sapeken.


Aktivis Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep (HIMPASS), Faisal Islami, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Hamka atas amanah barunya. Meski demikian, ia mengaku pesimistis apabila pelantikan tersebut hanya menjadi seremoni administratif tanpa diikuti kebijakan yang benar-benar menyentuh persoalan masyarakat.


Menurut Faisal, selama Hamka menjabat sebagai Plt Camat Sapeken masih terdapat sejumlah persoalan strategis yang belum mendapatkan penyelesaian secara optimal. Salah satunya adalah maraknya ancaman peredaran narkotika yang dinilai semakin mengkhawatirkan.


Ia menjelaskan, posisi geografis Sapeken sebagai wilayah kepulauan terluar dengan gugusan pulau yang luas menjadikannya rentan dimanfaatkan sebagai jalur peredaran gelap narkotika. Berulang kali aparat kepolisian mengungkap kasus penyelundupan dan peredaran sabu di wilayah tersebut menjadi indikator bahwa ancaman terhadap generasi muda semakin nyata.


Selain persoalan narkotika, Faisal juga menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang hingga kini belum terselesaikan, disertai dugaan penyimpangan dalam tata niaga solar dan bensin. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas nelayan, tetapi juga meningkatkan biaya distribusi barang sehingga harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan terus mengalami kenaikan.


"Kami tidak butuh seremoni pelantikan di pendopo yang mewah. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepemimpinan yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di Kepulauan Sapeken," tegas Faisal.


Ia menilai, setelah resmi menjabat sebagai camat definitif, Hamka harus mampu menunjukkan kepemimpinan yang lebih tegas dan responsif sebagai perpanjangan tangan Bupati Sumenep di wilayah kepulauan. Menurutnya, terdapat sedikitnya dua agenda prioritas yang harus segera diwujudkan.


Pertama, memperkuat sinergi Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) bersama Polsek Sapeken, Koramil, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika.


"Camat harus mengambil peran koordinatif secara aktif agar penanganan persoalan narkoba tidak hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat," ujarnya.


Kedua, melakukan pengawasan secara ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi. Faisal menilai camat perlu turun langsung mengawasi rantai distribusi hingga ke tingkat agen untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran, khususnya bagi para nelayan, serta mencegah praktik penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.


Ia berharap pelantikan camat definitif tidak hanya menjadi pergantian status jabatan dalam struktur birokrasi, melainkan menjadi momentum pembenahan tata kelola pemerintahan di Kecamatan Sapeken. Masyarakat, kata Faisal, kini menantikan langkah-langkah konkret yang mampu menjawab berbagai persoalan mendasar di wilayah kepulauan.(red)




 

×
Berita Terbaru Update